Langsung ke konten utama

PESONA TERAKHIR - Pertemuan 3



“Jikalau keberuntungan tak kunjung datang kepadaku, bolehkah aku yang menjadi keberuntungan untuk diriku sendiri?”

Pesona Terakhir, kupersembahkan bagi sosok seindah kenangan malam.




Pertemuan #3 (Feb 21, 2014)

“Cinta itu kangen, dan kangen itu cinta. Jika tidak kangen, itu bukan cinta.”
~Mario Teguh

Baju Hangat Kesayangan

Niar:  iih ----- ko langsung dipake jaketnya?
----- : iyalah, ini kan jaket kesayangan gue.
Niar: beneran Jiib,    
----- : Iye gue mau pulang, #bla, bla, bla …

Semalam, aku tak sempat berterimakasih dan meminta maaf atas jaket itu.
Aku jadi lebih tidak enak ketika kamu bilang itu jaket kesayanganmu.
-----, terima kasih banyak atas baju hangatnya.
Maaf  lama sekali kembali.


Setelah Sekian Lama

Dengan bentuk menyerupai kacamata danbo, temanku bilang bahwa kamu kembali memakai kacamata itu setelah sekian lamanya.

Dia Gadis Berkerudung Merah

Temanmu terus saja bernyanyi, “Dia gadis berkerudung merah …” untuk temanku.
Bahkan ketika kamu menglaksoni kita yang tengah berjalan, temanmu terus bernyanyi seperti itu.
Temanmu ceria sekali! hehe

Dan Lagi

Taddaa!
Ketemu lagi ketemu lagi.
Selamat makan ya di sana bersama teman-temanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ideologi Organisasi Pergerakan Pada Masa Pergerakan Nasional di Indonesia (1900-1942)

Pendahuluan             Pergerakan nasional di Indonesia bermula pada sekitar tahun 1900 sampai tahun 1942. Banyak faktor yang menyebabkan terlahirnya pergerakan nasional. Secara garis besar, pergerakan nasional merupakan refleksi atas kebijakan-kebijakan yang keluar di Belanda berkat beberapa kecaman seperti yang dilontarkan oleh Douwes Dekker dalam novel Max Havelaar nya maupun oleh Theodore van Deventer dalam artikel “ Een Eereschuld ”nya. Kebijakan-kebijakan tersebut berupa politik etis dengan tiga poin utama yang akan diterapkan di wilayah jajahan Hindia Belanda, yaitu pendidikan, irigasi dan transmigrasi. Ditambah dengan kemenangan kaum liberalis di parlemen Belanda, yang akan turut serta mempengaruhi kehidupan di Hindia Belanda. Pergerakan nasional itu sendiri digagas oleh para kaum intelektual dan kaum priyayi baru. Menurut Sartono Kartodirdjo, apa yang disebut dengan kaum intelektual atau kaum priyayi di atas adala...

Ilmu Sejarah 2012

Mempersembahkan sebuah video sederhana yang tidak biasa. Nah loh, jadi gimana? Hehe Inilah kami, mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah - Universitas Padjadjaran, angkatan 2012. Sebenernya ada satu video andalanku, tapi terlalu besar ukurannya untuk diupload di sini, blognya ga sanggup. *sedih :'( Kalau mau lihat, lihat di Youtube aja yaa. Cekidot!!  http://www.youtube.com/watch?v=uSwNSXmJzfw&list=UUp89HD1fFk2tus19k4A3i2Q Bisa juga video tentang Unpad di, http://www.youtube.com/watch?v=l4LTsWt3ZwI&list=UUp89HD1fFk2tus19k4A3i2Q Terima kasih, syukron, xie xie, gamsa hamnida, arigatou, dank u, merci, HATUR NUHUN :)

Yang Tertulis Namun Tak Tercatat: Mencari Jawaban

Cerita Sebelumnya Di saat percakapan tentang pernikahan itu terus berlanjut. Ada gejolak di hati. Yang semakin lama semakin menjadi-jadi. Rasa takut. Aku ketakutan. Setelah kunjungan dia ke rumahku malam itu, perasaan takut mulai muncul dalam hatiku dan semakin hari rasa takut itu semakin menjadi-jadi. Aku bertanya-tanya, sebenarnya apa yang aku takuti? Sungguh sangat membingungkan, tapi kenyataannya perasaan takut itu nyata bercokol di dalam dada. Apakah aku takut kepada laki-laki? Tidak. Selama ini aku berinteraksi dengan banyak laki-laki, dengan anggota keluargaku, dengan rekan kerja di tempatku bekerja, dengan tetangga, dengan bapak-bapak pedagang jalanan, dengan aa aa di pom bensin, dengan teman-teman di komunitas. Aku oke. Apakah aku takut karena pernah disakiti hatinya oleh laki-laki? Tidak juga. Patah hati itu hal biasa, bahkan aku masih senormal-normalnya wanita yang menyukai laki-laki, walau perasaan sudah jungkir balik berkali-kali. Pun tidak pernah disakiti fisikku oleh lak...