Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Yang Tertulis Namun Tak Tercatat: Mencari Jawaban

Cerita Sebelumnya Di saat percakapan tentang pernikahan itu terus berlanjut. Ada gejolak di hati. Yang semakin lama semakin menjadi-jadi. Rasa takut. Aku ketakutan. Setelah kunjungan dia ke rumahku malam itu, perasaan takut mulai muncul dalam hatiku dan semakin hari rasa takut itu semakin menjadi-jadi. Aku bertanya-tanya, sebenarnya apa yang aku takuti? Sungguh sangat membingungkan, tapi kenyataannya perasaan takut itu nyata bercokol di dalam dada. Apakah aku takut kepada laki-laki? Tidak. Selama ini aku berinteraksi dengan banyak laki-laki, dengan anggota keluargaku, dengan rekan kerja di tempatku bekerja, dengan tetangga, dengan bapak-bapak pedagang jalanan, dengan aa aa di pom bensin, dengan teman-teman di komunitas. Aku oke. Apakah aku takut karena pernah disakiti hatinya oleh laki-laki? Tidak juga. Patah hati itu hal biasa, bahkan aku masih senormal-normalnya wanita yang menyukai laki-laki, walau perasaan sudah jungkir balik berkali-kali. Pun tidak pernah disakiti fisikku oleh lak...

Pesan Untuk Anakku

Jika Allah izinkan kelak.. Nak! Dalam penantian ini, Ibu senantiasa belajar memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, jadi pribadi yang bisa kamu teladani serta kamu banggakan kelak. Perlahan-lahan Ibu berproses, berdamai dengan diri sendiri, menyembuhkan berbagai luka dan trauma, agar Ibu mampu meregulasi emosi. Ibu tidak ingin ada kursi terbang, piring terbang, bentakan demi bentakan, menjadi makanan sehari-harimu nanti. Sedikit demi sedikit Ibu berjuang menghadapi kesulitan hidup, agar Ibu bisa menjadi seorang Ibu yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Yang bisa kamu andalkan, menjadi orang pertama yang kamu cari ketika dibutuhkan, dan menjadi pelita hati saat kamu ditimpa kegundahan. Nak, aku mencintaimu dari ketiadaanmu hingga ketiadaanku. 🤍