Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Ilmu Sejarah 2012

Mempersembahkan sebuah video sederhana yang tidak biasa. Nah loh, jadi gimana? Hehe Inilah kami, mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah - Universitas Padjadjaran, angkatan 2012. Sebenernya ada satu video andalanku, tapi terlalu besar ukurannya untuk diupload di sini, blognya ga sanggup. *sedih :'( Kalau mau lihat, lihat di Youtube aja yaa. Cekidot!!  http://www.youtube.com/watch?v=uSwNSXmJzfw&list=UUp89HD1fFk2tus19k4A3i2Q Bisa juga video tentang Unpad di, http://www.youtube.com/watch?v=l4LTsWt3ZwI&list=UUp89HD1fFk2tus19k4A3i2Q Terima kasih, syukron, xie xie, gamsa hamnida, arigatou, dank u, merci, HATUR NUHUN :)

Ideologi Organisasi Pergerakan Pada Masa Pergerakan Nasional di Indonesia (1900-1942)

Pendahuluan             Pergerakan nasional di Indonesia bermula pada sekitar tahun 1900 sampai tahun 1942. Banyak faktor yang menyebabkan terlahirnya pergerakan nasional. Secara garis besar, pergerakan nasional merupakan refleksi atas kebijakan-kebijakan yang keluar di Belanda berkat beberapa kecaman seperti yang dilontarkan oleh Douwes Dekker dalam novel Max Havelaar nya maupun oleh Theodore van Deventer dalam artikel “ Een Eereschuld ”nya. Kebijakan-kebijakan tersebut berupa politik etis dengan tiga poin utama yang akan diterapkan di wilayah jajahan Hindia Belanda, yaitu pendidikan, irigasi dan transmigrasi. Ditambah dengan kemenangan kaum liberalis di parlemen Belanda, yang akan turut serta mempengaruhi kehidupan di Hindia Belanda. Pergerakan nasional itu sendiri digagas oleh para kaum intelektual dan kaum priyayi baru. Menurut Sartono Kartodirdjo, apa yang disebut dengan kaum intelektual atau kaum priyayi di atas adala...

Sejarah Pembentukan Organisasi Pergerakan Pada Masa Pergerakan Nasional di Indonesia (1900-1942)

Jika dijelaskan secara diakronis, sejarah pembentukan organisasi-organisasi yang ada pada masa pergerakan nasional di Indonesia tahun 1900 – 1942 adalah sebagai berikut : Pada saat kolonial Belanda pertamakalinya melakukan pengakuan kekuasaan atas berbagai daerah di Indonesia, pada saat itu di Indonesia sendiri kekuasaan terbagi menurut kerajaan-kerajaan berdasarkan pada luas wilayah-wilayah tertentu. Dalam rangka memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dari potensi perkebunan yang dimiliki oleh kerajaan-kerajaan tersebut, kolonial Belanda merasa perlu menancapkan tonggak kekuasaannya di daerah-daerah sasarannya. Para koloni tersebut menempuh berbagai cara untuk menaklukkan sasarannya. Mereka menggunakan cara keras maupun damai seperti berperang dan bernegosiasi. Setelah mengalami beberapa keberhasilan, kekuasaan kolonial semakin luas. Dengan apa yang saat itu disebut sebagai Hindia Belanda, kolonial Belanda mulai menjalankan pemerintahannya. Sistem pemerintahan Hindia Bel...